Mesin Pengolah air Membran Ajaib Yang Mampu Ubah Air Comberan Jadi Layak Minum

<br /> <a href="http://trendmesin.blogspot.com/2013/09/mesin-pompa-air-minum-ajaib.html">Mesin Pengolah air Membran Ajaib Yang Mampu Ubah Air Comberan Jadi Layak Minum</a>

Trendmesin kali ini mengenalkan teknologi terbaru bidang pengolahan air minum yaitu mesin pengolah air membran ajaib, yang mampu mengolah segala jenis air menjadi air yang layak diminum. Mesin berteknologi membran ini bahkan mampu menyulap air comberan menjadi air layak konsumsi. Air yang dihasilkan mempunyai tingkat kekeruhan di bawah 5 NTU (nephelometric turbidity unit), memiliki Ph netral, bebas virus dan bakteri, serta steril dari zat kimia berbahaya. Dengan adanya mesin pengolah air ajaib ini warga korban banjir atau kekeringan tidak perlu bingung mencari air bersih. Mesin ini juga telah mengantarkan penciptanya I Gede Wenten meraih B.J. Habibie Technology Award 2013. Dan karena yakin dengan kualitas air yang dihasilkan, I Gede Wenten berani menyematkan inisial namanya untuk Mesin pengolajh air ajaib ciptaannya tersebut: IGW Green Ultrafilter.
Mesin pompa air minum ajaib

Mesin pengolah air ajaib buatan Gede tidak butuh waktu lama untuk menyaring air, menghilangkan sedimentasi, serta menyehatkan kualitas air. Segala jenis air dapat diolah menjadi air bersih, termasuk air yang tercemar logam. Bahkan, air comberan bisa disulap menjadi air layak minum sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan. Dan hebatnya, seluruh proses tersebut tidak membutuhkan listrik dan bahan kimia. Itu tentu berbeda dengan air olahan PDAM yang membutuhkan kaporit dalam jumlah banyak untuk membunuh bakteri berbahaya dari air sungai yang diolah menjadi air bersih yang siap dikonsumsi. Bahkan Gede berani menjamin kualitas air reuse (bekas pakai) setelah diolah dengan mesin ini jauh lebih baik dari kualitas air PDAM. Dan air bekas pakai dapat kembali dimasukkan ke mesin ini. Begitu terus sampai satu tahun lamanya.

Cara pengoperasian mesin ini adalah dengan hanya memutar pedal pemutar ke depan untuk memproses air dan memutar lagi ke belakang bila sudah selesai. Sedangkan cara kerja alat tersebut sangat sederhana. Air kotor atau air limbah yang dimasukkan ke dalam pipa akan disaring dengan sempurna oleh membran di dalamnya. Pompa cukup diputar ke depan untuk mendapat air bersih dan diputar lagi ke belakang untuk mengeluarkan kotoran yang tersaring.

Di dalam pipa tersebut terdapat karbon aktif yang berfungsi mengurangi bau tidak sedap pada air. Selain itu, bisa mengurangi residu klorin dalam air. Membran di dalam mesin berfungsi sebagai polimer yang memiliki kemampuan hidrofilik sehingga mampu menyerap air dan menyaring kotoran. Ukuran pori membran sudah diatur hingga level molekuler yang efektif untuk menyaring kotoran, bakteri, virus, dan koloid yang terkandung di air sehingga mampu menghasilkan air dengan kualitas yang ditentukan, meski air yang digunakan tersebut sudah diproses berulang-ulang. Sementara itu, bioceramic di bagian bawah mesin berguna untuk meningkatkan antioksidan kualitas air sehingga bisa mengembalikan kesegaran air.

Mesin pengolah air ajaib ini sudah mendapat hak paten internasional. Kualitasnya juga telah terbukti ketika banjir melanda Jakarta awal tahun lalu. Ketika itu, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan yang mengetahui mesin pengolah air ajaib Gede Wenten memboyong alat tersebut ke Jakarta. Di depan masyarakat, Dahlan memasukkan air banjir ke mesin, lantas meminum air yang keluar dari mesin itu. Sejumlah direksi BUMN juga mengikuti langkah Dahlan. Tidak ada yang mengeluh sakit perut atau keracunan setelah itu. Mesin tersebut juga pernah dimanfaatkan untuk membantu para korban tsunami Aceh 2004.

Menurut Gede, mesin pengolah air ajaib buatannya memang layak disebut PDAM masa depan. Sebab, dengan alat tersebut, orang tidak perlu lagi menggali tanah puluhan meter untuk mendapat sumber air. PDAM tidak perlu membuat instalasi pengolah air bersih untuk mengolah air kotor menjadi air bersih layak minum. PDAM juga tidak perlu membongkar jalan untuk memasang jaringan pipa. Hal terpenting lain adalah tidak dibutuhkan aluminium sulfat serta klorin yang berbahaya bagi kesehatan untuk membuat air olahan itu bebas bakteri. Selain sangat cocok untuk PDAM masa depan, alat itu akan sangat pas untuk program Millennium Development Goals (MDG”s) Indonesia pada 2025. Menurut Gede Wenten, Kementerian Pekerjaan Umum bisa menggunakan alat tersebut untuk pengadaan air bersih di 60 ribu desa di Indonesia

Lulusan terbaik ITB angkatan 1982 tersebut memang telah memutakhirkan penemuan pertamanya, IGW Emergency Membrane, menjadi IGW Green Ultrafilter. Bila alat terdahulu tidak bisa untuk skala besar, alat terbaru sudah bisa untuk industri. Kalau dulu butuh pompa seperti pompa sepeda, kini hanya butuh diputar dengan tangan. Gede Wenten juga sudah mulai membangun workshop dan pabrik untuk memproduksi alat temuannya itu. Bekerja sama dengan perusahaan penyalur, dia sudah menjual mesin pengolah air ajaibnya tersebut ke sejumlah negara di Afrika, termasuk Afrika Selatan. Alat ini memang belum dikenal di Indonesia karena baru beberapa yang dibagikan dengan bantuan dana CSR. Namun, di luar negeri, alat ini sudah banyak digunakan. 

Sumber: Jawa Pos

LAYANAN PABX